PERAN UNIVERSITAS GUNADARMA DALAM PELESTARIAN NILAI-NILAI BUDAYA (IBD PERIODE 3)

Mata Kuliah : Ilmu Budaya

DasarDosen : Muhammad Burhan Amin

Topik Makalah

 

PERAN UNIVERSITAS GUNADARMA DALAM PELESTARIAN NILAI-NILAI BUDAYA

 

Kelas : 1-KA34

Tanggal Penyerahan Makalah : 18 April 2012

Tanggal Upload Makalah : 19 April 2012

 

P E R N Y A T A A N Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunann makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.

 

Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai1/100 untuk mata kuliah ini.

 

P e n y u s u n

N P M

Nama Lengkap

Tanda Tangan

13111258

Haryfa Pratama

 

Program Sarjana Sistem Informasi

UNIVERSITAS GUNADARMA

KATA PENGANTAR

 

            Puji syukur alhamdulilah , Saya ucapkan pada Allah swt Yang Maha Pengasih lagi Pemurah, karena makalah ini dapat saya disusun sesuai harapan dan tepat pada waktunya. Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW karena melalui beliau , Kita semua tersinari cahaya keimanan yang penuh dengan nikmat.

Semoga Makalah ini dapat menambah wawasan bagi yang membaca. Sasaran yang ingin dicapai oleh penyusun adalah meliputi semua aspek golongan, mulai dari masyarakat hinggapemerintahan agar bisa berkonstribusi dalam melestarikan kebudayaan.

Demikian makalah ini yang telah saya susun sebagaimana mestinya , selamat membacadan semoga bermanfaat Amin.

Bekasi ,14 April 2012

Penyusun

Haryfa Pratama

DAFTAR ISI

Halaman pengesahan………………………………………………………………………….i

Kata pengantar……………………………………………………………………………….ii

Daftar isi……………………………………………………………………………………..iii

BAB I. PENDAHULUAN……………………………………………………………………1

Latar belakang…………………………………………………………………………1

Tujuan………………………………………………………………………………….3

Sasaran………………………………………..……………………………………….3

BAB II . PERMASALAHAN…………………………………………………….…………4

Kekuatan……………………………………………………………………….…4

Kelemahan………………………………………………………………………..5

Peluang…………………………………………………………………………….5

Hambatan…………………………………………………………………………..6

BAB III . KESIMPULAN DAN REKOMENDASI………………………………………7

1.kesimpulan …………………………………………………………………………7

2. Rekomendasi………………………………………………………………………7

Daftar pustaka………………………………………………………………………………8

  1. BAB I PENDAHULUAN

Latar belakang

Semakin berkembangnya kemajuan di Era Globalisasi ini membuat kita menyadari bahwa tiap individu memilki fungsi serta peranannya masing-masing termaksud sebuahlingkungan universitas atau kampus yang dimana banyak berada aktifitas antara mahasiswayang satu dengan yang lainnya serta dosen yang satu dengan yang lainnya. Mereka semuayang berada didalam lingkungan kampus itu menjadi elemen dari satu kesatuan yang memiliki peran yang saling berkaitan.

Kita sebagai seorang mahasiswa yang aktif dan kreatif tentunya tidak ingin kebudayaan kita menjadi pudar bahkan lenyap karena pengaruh dari budaya-budaya luar.Mahasiswa memiliki kedudukan dan peranan penting dalam pelestarian seni dan budaya daerah. Hal ini didasari oleh asumsi bahwa mahasiswa merupakan anak bangsa yang menjadi penerus kelangsungan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Indonesia. Sebagai intelektual muda yang kelak menjadi pemimpin-pemimpin bangsa, pada mereka harus bersemayam suatu kesadaran kultural sehingga keberlanjutan negara bangsa Indonesia dapat dipertahankan. Pembentukan kesadaran kultural mahasiswa antara lain dapat dilakukan dengan pengoptimalan peran mereka dalam pelestarian seni dan budaya daerah.

Optimalisasi peran mahasiswa dalam pelestarian seni dan budaya daerah dapat dilakukan melalui dua jalur, yaitu intrakurikuler dan ekstrakulikuler. Jalur Intrakurikuler dilakukan dengan menjadikan seni dan budaya daerah sebagai substansi mata kuliah; sedangkan jalur ekstrakurikuler dapat dilakukan melalui pemanfaatan unit kegiatan mahasiswa (UKM) kesenian dan keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan seni dan budaya yang diselenggarakan oleh berbagai pihak untuk pelestarian seni dan budaya daerah.

  1.  Tujuan

Tujuan Makalah yang berisikan tema peran universitas gunadarma dalam pelesatrian nilai-nilai budaya bertujuan untuk membahas tentang kemungkinan-kemungkinan yang dapatdilakukan untuk mengoptimalisasi peran mahasiswa dan lembaga kebudayaan dalam pelestarian nilai-nilai dan budaya juga diharapkan dapat menjadi acuan bagi orang – orangyang membaca dan turut serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari karena dapatmembantu serta mengembangkan kebudayaan kita agar lebih terbentuk serta terorganisir dalam pencapaiannya untuk menjalankan visi dan misi untuk lebih mempertahankan budaya bangsa Indonesia khususnya budaya tradisional yang kurang diperhatikan keberadaannya.

  1. Sasaran

Isi makalah ini mengarahkan kepada seluruh elemen yang terkait atau elemen yang berada di lingkungan kampus dapat turut serta dalam melestarikan nilai-nilai budaya. Karenakampus merupakan tempat atau lembaga yang banyak menampung masyarakat sehinggadapat membantu untuk melestarikan nilai kehidupan. Elemen yang ada didalam kampus itusendiri adalah dosen (pengajar), mahasiswa dan mahasiwi, pengurus yayasan kampus. Semuaitu adalah sasaran yang dapat melestarikan nilai-nilai kebudayaan didalam kampus, yangdimana kampus itu sendiri memiliki peranan penting dalam mengembangkan sertamelestarikan nilai kebudayaan.

BAB II PERMASALAHAN

Analisis permasalahan

Peran Universitas Gunadarma dalam pelestarikan nilai-nilai kebudayaan

dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi lingkungan internalmaupun eksternal dilihat dari aspek :

  1. Kekuatan (Strength)
  • Beragam kekayaan dari segi aspek kesenian yang unik maupun norma dan adat istiadat.
  • Semakin pedulinya para mahasiswa baik mengikuti jalur ekstrakulikuler maupun intrakulikuler tentang nilai-nilai budaya itu sendiri.
  • Semakin meningkatnya kreativitas para mahasiswa merupakan salah satu wujud ketahanan bangsa dalam bidang pengetahuan maupun kebudayaan.
  • Semakin menigkatnya pemikiran yang kritis pada kalangan mahasiswa merupakan wujud mempertahankan budaya bangsa.
  1. 2.      Kelemahan (Weakness)

 

  • Kurang Berjalan Efektif

Peraturan yang diterapkan kurang efektif karena banyak faktor diantaranya elemen yang mempengaruhi perkembangan nilai-nilai kebudayaan itu sulit untuk menaati peraturan tersebut.

 

  • Tidak Adanya Pemahaman

Dimana terjadi misscomunition antara elemen dan lembaga(kampus) jadi sulit adanya pemahaman yang dapat membantu peran lembaga(kampus) dalam melestarikan nilai kebudayaan di lingkungan tersebut.

  • Banyak Pihak yang Membiarkannya (tidak peduli)

Kadang lembaga seperti kampus juga masih menganggap masalah pelestarian ini kurang penting untuk dikembangkan pada setiap mahasiswa/i nya sehingga sering dianggap bukan kegiatan yang penting dan tidak perlu didukung.

  1. Peluang (Opportunity)
  • Dengan banyaknya berbagai macam fasilitas untuk para mahasiswa mengembangkan bakatnya maka semakin banyak peluang mahasiswa untuk menjaga kelestarian nilai budayanya.
  • Seiring dengan kemajuan teknologi pula maka lebih banyak peluang bagi kita untuk lebih memperkenalkan bangsa kita kepada dunia luar.
  • Negara kita yang semakin lama berkembang semakin banyak yang berpikir kritis tentang negara kita kepada kebudayaannya agar terus dipertahankan kemurnian serta keaslian dalam ciri khasnya bangsa kita.
  • Dengan saling memiliki rasa demokratis antar pemuda mahasiswa maka akan terjalin pemikiran yang maju akan ketahanan bangsa ini.
  • Kemajuan teknologi membuka peluang untuk melestarikan kekayaan budaya.
  • Kekayaan budaya yang melimpah mampu menjadikan daya tarik budaya sebagai magnet untuk mendatangkan wisatawan.
  1. Tantangan / Hambatan (Threats)
  • Minimnya Tingkat Kestabilan Kampus untuk Menjalankan Perannya

Meskipun jumlah pengurus yang berada didalam kamus tapi tidak berati hal ini dengan mudah untuk dijalankan tetapi selalu saja memiliki kendala untuk melestarikan nilai kebudayaan didalam lingkungna kampus.

  • Kurang Pengalokasian Dana yang diberikan Kampus

Hal ini juga berpengaruh penting dalam tercapainya nilai kebudayaan yang ingin diberikan kampus kepada elemen didalamnya yaitu mahasiswa/i. Dimana mahasiswa/i ingin merasakan kegiatan tersebut berbeda tidsk terlalu formal namun tetap sampai kepada intinya sehingga banyak yang berantusias sehingga peranan kampus dalam pelestarian  nilai kebudayaan bukan sekedar informasi lewat saja tapi bisa diterapkan kepada semuanya.

  • Semakin Meningkat Kebudayan Asing yang Menyatu dalam Jiwa Penerus

Hal ini menjadi penghambat peranan kampus gunadarma dalam melestarikan nilai kebudayaan bangsa sendiri kedalam jiwa generasi penerusnya. Dimana generasi penerusnya sudah tidak memperdulikan nilai kebudayaan sendiri. Karena rasa Nasionalisme yang ada pada individu/setiap elemen yang berada dilingkungan kampus tersebut sudah luntur.

BAB III  KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

  1. 1.      Kesimpulan
  • Harus banyak belajar tentang nilai-nilai kebudayaan sejak dini.
  • Untuk mengembangkan nilai-nilai kebudayaan tidak hanya kampus saja yang berperan aktif tetapi juga semua elemen yang berada didalamnya.
  • Menjaga hubungan antara elemen satu dengan elemen yang lain sehingga apa yang diharapkan akan tecapai sesuai dengan yang diharapkan , yaitu pelestarian nilai kebudayaan dilingkungan tersebut.
  • Kesadaran tiap elemen untuk menghindari masuknya kebudayaan asing dalam diri masing-masing.
  • Tetap menjaga nama baik kampus dalam melestarikan nilai kebudayaan tanpa harus adanya sikap-sikap yang dapat merugikan salah satu pihak.
  1. 2.      Rekomendasi
  • Persaingan ketat yang kian maju harus menjadi motivasi bagi kaum muda indonesia

khususnya mahasiswa dan mahasiswi gunadarma

  • Tidak mudah tergoyahkan oleh arus era globalisasi agar kelestarian nilai-nilai budaya

tetap terjaga

  • Dengan berbagai macam kebudayaan maka kita sebaiknya terus menjaga agar kekayaan indonesia terus dikenal bangsa luar
  • Nilai etika kebudayaan indonesia tetap diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat karena itu merupakan bahgian pondasi buat para pemuda dan kaum pelajar
  • Memaksimalkan kestabilan kampus untuk menjalankan peranannya sehingga semua bisa tercapai sesuai dengan yang diharapakan. Dimana ini menjadikan sebuah awal yang baik untuk kampus bisa berperan aktif dalam pelestarian nilai-nilai kebudayaan.

Referensi

  • Kartodirdjo, Sartono. 1994b. Pembangunan Bangsa tentang Nasionalisme, Kesadaran dan Kebudayaan Nasional. Yogyakarta: Aditya Media.
  • Koentjaraningrat, 1984. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Cetakan ke-11. Jakarta: Gramedia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s