RENCANA OPERASI ANGKUTAN LEBARAN 2011 “Tiket KA Dapat Dipesan Mulai 16 Juli 2011 (H-40)”

Tahun ini umat Islam akan merayakan Idul Fitri 1432 H (Lebaran) yang jatuh pada tanggal 30 dan 31 Agustus 2011 mendatang. Untuk mengantisipasi kebutuhan pengguna jasa kereta api yang cukup tinggi pada masa Lebaran, maka perlu disusun suatu rencana angkutan yang terpadu sebagai pedoman bagi seluruh jajaran PT. KAI dalam memberikan pelayanan kepada para pengguna jasa kereta api, dengan menitikberatkan pada keselamatan, keamanan dan kelancaran perjalanan kereta api. Adapun rencana operasi sbb:

  1. Masa angkutan Lebaran ditetapkan selama 18 hari, dimulai pra lebaran selama 5 hari mulai 25 Agustus – 29 Agustus dan purna Lebaran selama 11 hari atau mulai 1 September – 11 September 2011.
  2. Puncak arus mudik Lebaran (pra Lebaran) diperkirakan pada H-3 atau 27 Agustus 2011 dan puncak arus balik Lebaran (purna Lebaran) diperkirakan  terjadi pada H+3 atau 3 September 2011. Volume angkutan lebaran 2011 diperkirakan sebesar 2.521.005 penumpang.
  3. Posko Angkutan Lebaran diselenggarakan seperti tahun-tahun sebelumnya meliputi: operasi KA, pelayanan, data, kehumasan, sistem informasi dan kesehatan. Posko angkutan lebaran dipusatkan di Kantor Pusat Bandung dan Sub Posko Pusat (Pemantauan) selama pra Lebaran di Gambir dan purna Lebaran di Yogyakarta.
  4. Dukungan dari semua Direktorat terkait baik Operasi, Sarana dan Prasarana dalam mempersiapkan masa angkutan puncak Lebaran :
    • Direktorat Operasi: Memenuhi rangkaian KA reguler sesuai dengan stamformasi GAPEKA 2010 serta MALKA (Maklumat Kereta Api). Selain itu, dipersiapkan tahapan-tahapan mulai dari maksimalisasi stamformasi KA reguler, menjalankan KA Lebaran tertentu sesuai kebutuhan, maksimalisasi stamformasi KA reguler sampai batas daya tarik lokomotif, hingga menjalankan KA Lebaran tertentu dengan pola “V” slag.
    • Direktorat Teknik: Sarana, menyiapkan rangkaian KA Reguler sebanyak 198 KA dan 26 KA tambahan. Armada lokomotif disiapkan sebanyak 151 unit, meliputi lokomotif dinas sebanyak 129 unit dan cadangan 22 unit. Sedangkan armada kereta yang disiapkan berjumlah 1.378 unit.  Prasarana, menyiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) pada  titik-titik yang dianggap rawan seperti banjir dan longsor dan mengadakan pemeriksaan ekstra seluruh jalur KA serta perondaaan di lintasan KA pada waktu-waktu rawan. Selain itu juga bekerjasama dengan instansi terkait (Pemda, aparat keamanan) untuk keselamatan di perlintasan-perlintasan sebidang.
  5. Antisipasi terhadap kemungkinan penumpukan massa di stasiun  (penumpang tidak terangkut) dan penumpang liar pada KA Barang, diantaranya melalui penambahan tenaga pengamanan, sterilisasi stasiun, online ticketing dan customer care di tiap stasiun, pengawalan KA, penanganan penumpang di stasiun antara, serta sosialisasi awal tentang kebijakan angkutan Lebaran kepada masyarakat.
  6. Program angkutan Lebaran dibidang keamanan dan keselamatan akan dilaksanakan tambahan pengawalan KA oleh personil Polri, pengamanan stasioner di stasiun-stasiun penting dan padat penumpang serta patroli lintas oleh anggota Brimob seperti tahun lalu, pemeriksaan barang-barang bawaan penumpang yang mencurigakan, pembuatan spanduk himbauan larangan serta peringatan di stasiun-stasiun dan perlintasan sebidang yang ramai lalu lintas.
  7. Bidang komersial; Kebijakan selama masa angkutan Lebaran :
    • Tarif KA Komersial untuk tanggal 23 Agustus hingga 5 September 2011 diberlakukan tarif terjauh, dan KA Ekonomi sesuai dengan SK Kemenhub yang berlaku. Tarif KA tambahan sama dengan KA Reguler sejenis yang diikutinya, dan tarif diskon (untuk Lansia, anak, pensiunan pegawai aktif) tetap ada, kecuali untuk KORPRI, untuk Veteran berlaku 30%.
    • Tarif khusus tidak berlaku pada tanggal 19 Agustus hingga 11 September 2011.
    • Membatasi penumpang jarak sedang yang menggunakan KA jarak jauh dan menyediakan kereta khusus untuk Lansia, Anak-anak dan Ibu hamil/menyusui (terutama untuk K3).
    • Melakukan sosialisasi tentang angkutan Lebaran pada masa angkutan lebaran, tarif dan jadwal kereta api, lokasi penjualan tiket melalui berbagai media.
    • Reservasi tiket KA selain stasiun dan Pusat Pelayanan Reservasi (P2R), calon penumpang pun dapat melakukan reservasi tiket KA Komersial pada H-40 (40 hari sebelum keberangkatan) mulai 16 Juli 2011 untuk penjualan tiket keberangkatan KA tanggal 25 Agustus, melalui Contact Center 121, Agen, Kantor Pos online, ATM BII, BRI, Mandiri, BPD Yogyakarta, BPR Karyajatnika Sadaya, PANIN Bank, NISP, Toko Indomaret di seluruh Jawa, dan CIMB Niaga (fasilitas CIMB Clicks).
    • Waktu penjualan tiket: Penyeragaman waktu penjualan tiket KA Komersial (jam buka loket) mulai jam 07.00 WIB, sementara tempat penjualan tiket KA Non Komersial (Ekonomi) dilakukan secara langsung pada H-7 di stasiun-stasiun, baik secara online maupun manual. Khusus untuk KA kelas ekonomi Kertajaya dapat dipesan mulai tanggal 18 Juli 2011.
  8. Teknis pelayanan
    • Kapasitas diijinkan untuk KA Eksekutif/Argo 100%, KA Bisnis 125% dan KA Ekonomi 150%. Penumpang diarahkan untuk menggunakan KA sesuai dengan relasi terakhir KA tersebut dan tidak melayani angkutan terusan. Sementara untuk tiket return tetap dilayani.
    • Pembelian tiket untuk antrian dibatasi maksimal 4 tempat duduk untuk 1 pengantri dengan melengkapi identitas yang berlaku, dicetak 1 tiket untuk 4 tempat duduk.
  9. Pada masa angkutan Lebaran, KA angkutan barang dioperasikan untuk Pra lebaran mulai H-10 s.d H-7 dan purna lebaran dioperasikan mulai H+7 s.d H+10.

Kepada masyarakat dihimbau “Agar membeli tiket KA lebih awal karena akan memberikan ketenangan dan kenyamanan bepergian dengan kereta api, melalui tempat penjualan tiket resmi yang ada, dan tidak membawa barang yang berlebihan atau memakai perhiasan mencolok”, ujar Direktur Komersial, Sulistyo Wimbo Hardjito.
Dirut, Ignasius Jonan menambahkan, “Angkutan Lebaran Tahun 2011 ini diharapkan dapat berjalan aman, lancar, dan terkendali serta masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik yang menyenangkan dan selamat sampai tujuan. Selain itu dihimbau agar “Membeli Tiket dengan Benar dan Tertib, karena dengan Begitu Berarti Anda Ikut Menjaga Kesinambungan Transportasi Kereta Api”.

Himbauan:

  1. Kepada pengguna jalan raya agar berhati-hati pada saat melewati pintu perlintasan KA, berhentilah sejenak, tengok kanan-kiri dan pastikan tidak ada KA yang melintas.
  2. Jangan memaksakan diri apabila kereta sudah penuh.
  3. Hindari bepergian pada saat angkutan puncak/padat.
  4. Jangan mudah percaya kepada orang yang baru dikenal baik di stasiun maupun di atas KA.
  5. “Waspadalah, walaupun sudah ada petugas yang berjaga di stasiun maupun di atas KA, karena kejahatan selalu ada”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s